
Tarakan, Rabu, 17 Juni 2026 — Nuansa hijau dan semangat cinta lingkungan begitu terasa di SD Muhammadiyah 2 Tarakan. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, menyambut dengan penuh antusias kedatangan Tim Penilai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) yang hadir untuk melaksanakan verifikasi dan penilaian program Adiwiyata di lingkungan sekolah.
Tim penilai yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari:
- Andry Pramudyanto, ST., M.P
- Anang Sulistyo, SP., MP
- Mulyani, S.Pd
Kehadiran tim penilai disambut hangat oleh Kepala SD Muhammadiyah 2 Tarakan, Taqwim Almustaqim, S.Pd, bersama seluruh keluarga besar sekolah. Suasana penyambutan berlangsung meriah dan penuh semangat, mencerminkan komitmen kuat SD Muhammadiyah 2 Tarakan dalam mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berbudaya lingkungan.
Dalam proses penilaian, tim melakukan observasi langsung terhadap berbagai program unggulan yang selama ini telah dijalankan sekolah. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis pemilahan, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), konservasi air dan energi, penghijauan lingkungan sekolah, hingga berbagai kegiatan partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Tidak hanya itu, para peserta didik juga menunjukkan peran aktif mereka sebagai generasi peduli lingkungan melalui berbagai pembiasaan positif yang telah menjadi budaya sekolah. Kebiasaan menjaga kebersihan, memilah sampah, merawat tanaman, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi bukti nyata bahwa pendidikan lingkungan hidup telah tertanam dalam kehidupan sehari-hari di SD Muhammadiyah 2 Tarakan.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Tarakan, Taqwim Almustaqim, S.Pd, menyampaikan bahwa perjalanan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh warga sekolah.
“Adiwiyata bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi sebuah gerakan untuk membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin menanamkan nilai bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama,” ungkap beliau.
Tim penilai memberikan apresiasi atas berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dibangun sekolah. Sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang asri, nyaman, dan berkelanjutan.
Momentum penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Nasional ini menjadi penyemangat bagi SD Muhammadiyah 2 Tarakan untuk terus berinovasi dan menghadirkan budaya lingkungan yang semakin kuat. Dengan semangat kebersamaan, sekolah berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan.
“Menjaga Lingkungan Hari Ini, Menyelamatkan Masa Depan Nanti.”
SD Muhammadiyah 2 Tarakan
Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Amal serta Berbudaya Lingkungan.




