TARAKAN — Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah bukan hanya menjadi tempat bagi peserta didik untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar menghargai perbedaan, membangun persahabatan, menumbuhkan kepedulian, serta membentuk karakter yang baik. Berangkat dari semangat tersebut, SD Muhammadiyah 2 Tarakan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Perundungan (Bullying) di Lingkungan Sekolah pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Amin ini diikuti oleh siswa-siswi kelas V dan VI SD Muhammadiyah 2 Tarakan. Sosialisasi menghadirkan Pak Junaid dan Pak Angga dari DP3AP2KB Kota Tarakan sebagai pemateri yang memberikan edukasi mengenai pentingnya mencegah dan menangani perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam menanamkan kesadaran bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, merasa aman, serta memperoleh kesempatan belajar tanpa rasa takut, tekanan, atau perlakuan yang menyakitkan dari orang lain.

Memahami Perundungan, Bukan Sekadar Bercanda

Dalam kehidupan sehari-hari, tindakan perundungan terkadang dianggap sebagai hal biasa. Mengejek nama teman, memberikan julukan yang menyakitkan, menertawakan kekurangan orang lain, mengucilkan teman dari kelompok pergaulan, hingga melakukan kekerasan fisik sering kali dianggap hanya sebagai candaan. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan luka emosional dan memengaruhi rasa percaya diri serta kenyamanan anak dalam mengikuti kegiatan belajar.

Melalui sosialisasi ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa tidak semua hal yang dianggap lucu oleh seseorang dapat diterima dengan baik oleh orang lain. Sebuah candaan yang membuat orang lain merasa malu, takut, tersinggung, atau terluka perlu menjadi perhatian bersama.

Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali berbagai bentuk perundungan, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan peserta didik mampu lebih berhati-hati dalam berbicara, bertindak, dan menggunakan media sosial agar tidak menyakiti orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menumbuhkan Keberanian untuk Peduli dan Melindungi

Selain memahami bentuk-bentuk perundungan, peserta didik juga diajak untuk mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi tersebut. Anak-anak perlu memahami bahwa mereka tidak harus menghadapi perundungan sendirian. Jika mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada perundungan, mereka dapat meminta bantuan kepada guru, wali kelas, orang tua, atau orang dewasa tepercaya.

Sikap peduli juga menjadi bagian penting yang ditanamkan dalam kegiatan ini. Ketika melihat seorang teman diejek, dikucilkan, atau diperlakukan tidak baik, siswa diharapkan tidak ikut menertawakan, tidak menyebarkan kejadian tersebut, dan tidak membiarkan temannya menghadapi situasi itu sendirian. Mereka dapat memberikan dukungan dengan cara yang aman serta melaporkan kejadian kepada pihak yang dapat membantu.

Pesan penting yang ingin ditanamkan adalah bahwa keberanian bukan hanya tentang membela diri sendiri, tetapi juga tentang kepedulian untuk membantu sesama dengan cara yang tepat. Lingkungan sekolah yang positif dapat tumbuh ketika setiap warga sekolah bersedia saling menjaga, menghormati, dan menghargai satu sama lain.

Membangun Sekolah yang Ramah dan Bebas dari Kekerasan

Pencegahan perundungan tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kegiatan sosialisasi. Diperlukan kerja sama dan komitmen berkelanjutan dari seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 2 Tarakan berharap nilai-nilai saling menghargai, empati, persaudaraan, dan tanggung jawab dapat semakin tertanam dalam diri peserta didik. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami bahwa perundungan merupakan tindakan yang harus dicegah, tetapi juga mampu menerapkan perilaku positif dalam pergaulan sehari-hari.

Sekolah juga terus mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka antara peserta didik dan guru, sehingga setiap permasalahan dapat disampaikan dan ditangani dengan baik. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dan nyaman untuk belajar serta mengembangkan potensinya.

Bersama Mewujudkan Sekolah yang Aman dan Bahagia

SD Muhammadiyah 2 Tarakan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Junaid dan Pak Angga dari DP3AP2KB Kota Tarakan atas kesediaan berbagi pengetahuan dan memberikan edukasi kepada peserta didik. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan anak serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta didik semakin memahami bahwa sekolah bukan tempat untuk saling menjatuhkan, melainkan tempat untuk tumbuh bersama, saling mendukung, dan meraih cita-cita. Perbedaan bukan alasan untuk mengejek, kekurangan bukan bahan untuk merendahkan, dan keberanian bukan untuk menyakiti orang lain.

Mari bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang penuh kepedulian, menjadikan tutur kata sebagai sumber kebaikan, menjadikan pertemanan sebagai ruang saling menguatkan, serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak.

“Berani Peduli, Berani Melindungi, Bersama Hentikan Perundungan!”

Karena setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan bahagia di sekolah.

SD Muhammadiyah 2 Tarakan — Mewujudkan Generasi yang Berakhlak Mulia, Peduli Sesama, dan Berkarakter Positif.