TARAKAN – Transformasi pendidikan di era digital menuntut guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas Belajar SD Muhammadiyah 2 Tarakan kembali melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi guru dengan membahas Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) melalui Instrumen Observasi Praktik Guru dalam Digitalisasi Pembelajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 November 2026, bertempat di Perpustakaan Miftahul Ilmi SD Muhammadiyah 2 Tarakan. Kegiatan dipandu langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 2 Tarakan, Taqwim Almustaqim, S.Pd., sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Pembahasan berfokus pada bagaimana pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Kehadiran perangkat digital di ruang kelas diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap fasilitas sekolah, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membantu guru menyampaikan materi, membangun keterlibatan peserta didik, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Selain membahas penggunaan IFP, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya Instrumen Observasi Praktik Guru sebagai salah satu sarana untuk melihat dan mengembangkan kemampuan guru dalam menerapkan digitalisasi pembelajaran. Melalui instrumen tersebut, praktik pembelajaran dapat diamati dan menjadi bahan refleksi untuk mengetahui hal-hal yang sudah berjalan baik maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Dalam kegiatan komunitas belajar ini, guru didorong untuk tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat interaksi antara guru dan peserta didik, bukan sekadar menghadirkan pembelajaran yang terlihat modern.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman, menyamakan pemahaman, dan membangun komitmen bersama di antara para guru. Melalui komunitas belajar, setiap pendidik memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh, saling mendukung, serta menemukan cara-cara baru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas.

SD Muhammadiyah 2 Tarakan menyadari bahwa keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat teknologi, tetapi juga oleh kesiapan dan kreativitas guru dalam menggunakannya. Karena itu, pengembangan kompetensi pendidik menjadi langkah penting agar teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi proses pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Belajar SD Muhammadiyah 2 Tarakan berharap seluruh guru semakin percaya diri dan terampil dalam memanfaatkan IFP serta mengembangkan praktik pembelajaran berbasis digital. Dengan semangat belajar bersama, sekolah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.

Karena guru yang terus belajar akan melahirkan pembelajaran yang terus berkembang. Teknologi membuka peluang, kreativitas guru menghadirkan perubahan, dan peserta didik menjadi penerima manfaat utamanya.

Komunitas Belajar SD Muhammadiyah 2 Tarakan
Bersama Belajar, Bersama Bertumbuh, Bersama Menghadirkan Pembelajaran yang Mencerahkan.

SD Muhammadiyah 2 Tarakan
ANAK MANIS – Anugerah Allah yang Kreatif, Mandiri, dan Islami.